RELIGIOUS TOLERANCE BASED ON LOCAL WISDOM: SOCIAL PERSPECTIVE OF LOMBOK COMMUNITY Kata Kunci: Toleransi, Umat Beragama, Kearipan Lokal.

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Abdurrazak
Sukron Azhari
Putra Wanda
Lalu Suparman Ambakti
Humamurrizqi
Keywords: Religious Diversity, Tolerance\, Local Wisdom

Abstract

ABSTRACT


This article examines religious tolerance based on local wisdom of the Lombok people with various beliefs, cultures, traditions, ethnicities, and religions. The people of Lombok are known to highly uphold religious tolerance through the principles of existing local wisdom. This is done in order to build a harmonious society and avoid conflicts between commu­nities. By employing descriptive qualitative design, this study collects primary data in the form of observations of people's daily lives, especially in the aspect of tolerance practice based on local wisdom by the com­munity. Secondary data is obtained from articles, newspapers, and websites related to the practice of religious tolerance in Lombok. The study finds that religious tolerance in Lombok is presented in the celebration of religious holidays, where people of other religions are included in the celebration, for example: Eid al-Fitr, Vesak, and others. The Muslim community of Lombok invite their non-Muslim neighbors to join the celebration of the halal bihalal event, the Hindus also invite their neighbors to participate in the ogoh-ogoh parade which is part of the celebration of their holiday, Christians also invite their neighbors to join in the celebration of Christmas. Analysis of the data concludes that religious tolerance based on local wisdom of the Lombok people is constructed on three aspects, namely solidarity, mutual cooperation and deliberation.


Keywords: Religious Diversity, Tolerance, Local Wisdom.


 


 ABSTRAK


Artikel ini mengkaji toleransi beragama berbasis kearifan lokal masyarakat Lombok dengan ragam kepercayan, budaya, tradisi, suku, dan agama. Masyarakat Lombok dikenal sangat menjujung tinggi tole­ransi beragama melalui prinsip kearifan lokal yang ada. Hal ini dilakukan dalam rangka membentuk masya­rakat yang harmonis dan menghindari konflik antar masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan data primer berupa pengamatan kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama pada aspek praktik toleransi berbasis kearifan lokal itu dite­rap­­kan oleh masyarakat. Data sekunder diperoleh dari artikel, koran, web, dan lainya yang terkait dengan praktik toleransi beragama di Lombok. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa toleransi ber­aga­ma di Lombok dapat disaksikan pada perayaan hari besar keagama­an, dimana umat agama lain diikutsertakan dalam perayaannya, missal: Idul Fitri, Waisak, dan lainnya. Masyarakat Muslim Lombok tidak segan mengundang tetangganya yang non-muslim untuk ikut memeriah­kan acara halal bihalalnya, umat Hindu juga mengundang tetangganya untuk ikut memeriahkan pawai ogoh-ogoh yang menjadi bagian perayaan hari besar­nya, umat Kristen juga mengun­dang tetangganya untuk ikut memeriahkan acara natalan mereka. Berda­sar­kan pada paparan tersebut, toleransi ber­aga­ma berbasis kearifan lokal ma­syarakat Lombok dibentuk berdasarkan tiga aspek, yakni solidaritas, gotong royong dan musyawarah.


 Kata Kunci: Keragaman Keagamaan, Toleransi, Kearifan Lokal.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Abdurrazak, Azhari, S., Wanda, P. ., Ambakti, L. S. ., & Humamurrizqi. (2022). RELIGIOUS TOLERANCE BASED ON LOCAL WISDOM: SOCIAL PERSPECTIVE OF LOMBOK COMMUNITY: Kata Kunci: Toleransi, Umat Beragama, Kearipan Lokal. Jurnal Lektur Keagamaan, 20(1), 203–226. https://doi.org/10.31291/jlka.v20i1.1027

References

  1. Books
  2. Budiwanti, Erni. Islam Sasak: Wetu Telu versus Waktu Lima Yogyakarta: LKiS, 2000.
  3. Harlan and Mukminah. Local Wisdom Tradisi Merarik Suku Sasak Islam Waktu Lima. Mataram: Pustaka Bangsa, 2019.
  4. Harrdani., dkk. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu, 2020.
  5. Setyabudi, Nur Prabowo., dkk. Harmoni Dalam Keragaman: Jejak Budaya Toleransi Di Manado, Bali, dan Bekasi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2021.
  6. Praswoto, Adi. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Perpektif Ran-ca¬ngan Penelitian, Cet.III. Yogyakarta: Ar-Ruz Media, 2016.
  7. Rifai, Mohammad. Perbandingan Beragama. Jakarta: Wicak¬sana Semarang, 1984.
  8. Susetyo, Dp Budi, and Mochamad Widjanark0. Revitalisasi Tole-ransi Beragama Berbasis Kearifan Lokal. Semarang: Penerbitan Universitas Katolik Soegijapranata, 2017.
  9. Wach, Joachim. The Comparative Study Of Religions. New York: Columbia University Press, 1958.
  10. Journal Articles
  11. Asnawi, Asnawi. ‘Respons Kultural Masyarakat Sasak Terhadap Islam’, doi.org Ulumuna, 9.1 (2005), 1–19
  12. Bakar, Abu. ‘Konsep Toleransi dan Kebebasan Beragama’. TOLE-RANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7.2 (2016), 123–31 <https://doi.org/ 10.24014/trs.v7i2.1426>
  13. Basarudin, Basarudin. ‘Sejarah Perkembangan Islam Di Pulau Lombok Pada Abad Ke-17’, SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 2.1 (2019), 31–44 <https://doi.org/10. 20414/ sangkep.v2i1.933>
  14. Fidiyani, Rini. ‘Kerukunan Umat Beragama di Indonesia: Belajar Keharomonisan Dan Toleransi Umat Beragama Di Desa Cikakak, Kec. Wangon, Kab. Banyumas’, Jurnal Dinamika Hukum, 13.3 (2013), 468–82 <https://doi.org/10.20884/1.jdh. 2013.13.3.256>
  15. Ghufron, M Nur. ‘Peran Kecerdasan Emosi dalam Meningkatkan Toleransi Beragama’. FIK¬RAH, 4.1 (2016), 138
  16. Karim, Abdul, Nensia., AM Saifullah Aldeia, St Aflahah, and Abu Muslim. ‘Moderasi Beragama dalam Praktik Bobahasaan Mongondow (Teks dan Makna Kearifan Lokal Berbagai Sikap Kebahasaan dan Lirik Lagu)’, Jurnal Lektur Keaga-maan, 19.1 (2021), 103–40 <https://doi.org/10. 31291/jlka. v19i1.905>
  17. Kembarawan, I Gusti Komang. ‘Construction of Social Solida¬rity between Hindus and Muslims at Ogoh-Ogoh Parade in Tanjung, North Lombok’, Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 3.3 (2020), 273–97
  18. Lestari, Lestari. ‘Islam Tradisional Masyarakat Kopang’ , Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial, 2.1 (2017), 12–19 https://doi.org/ 10.¬37216/tarbawi.v2i1.137
  19. Pratiwi, Yesi Eka and Sunarso Sunarso, ‘Peranan Musyawarah Mufakat (Bubalah) dalam Membentuk Iklim Akademik di Prodi PPKN FKIP UNILA’, Sosiohumaniora, 20.3 (2018), 199–206 https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i3.162 54
  20. Purna, I Made. ‘Kearifan Lokal Masyarakat Desa Mbawa dalam Mwujudkan Toleransi Beragama’, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 1 (2016), 17.
  21. Rusydi, Ibnu and Siti Zolehah, ‘MAKNA KERUKUNAN AN¬TAR UMAT BERAGAMA DALAM KONTEKS KE¬ISLA¬MAN DAN KEINDONESIAN’, Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 1.1, January (2018), 170–81 https:// doi.org/10.31943 /afkar journal.v1i1.13
  22. Saloom, Gazi, ‘Dinamika Hubungan Kaum Muslim dan Umat Hindu di Pulau Lombok’, Harmoni Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. VIII (2009),70-79
  23. Saragih, Erman Sepniagus. ‘Moderasi Beragama Berbasis Ke¬arifan Lokal Suku Pakpak-Aceh Singkil’, Jurnal Teologi Berita Hidup, 4.2 (2022), 309–23 https://doi.org/10.38189/ jtbh. v4i2.253
  24. Sumada, I Ketut. ‘Toleransi Beragama dalam Rangka Mewujudkan Keharmonisan di tengah Pluralitas Kehidupan Masyarakat Lombok melalui Kesadaran Budaya’ Widya Sandhi: Jurnal Kajian Agama, Sosial Dan Budaya, 10.2 (2019), 2136–48
  25. Takdir, Mohammad. ‘Model-Model Kerukunan Umat Beragama berbasis Local Wisdom’, Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 1.01 (2017), 61 https://doi.org/10.32332/tapis.v1i01.728
  26. Wahyudin, Dedy. ‘Identitas Orang Sasak: Studi Epistemologis Terhadap Mekanisme Produksi Pengetahuan Masyarakat Suku Sasak’, Jurnal Penelitian Keislaman, 14.1 (2018), 52–63 <https://doi.org/10.20414/jpk.v14i1.493>
  27. Yuliani, Meri., I Wayan Mudana and I Made Pageh, ‘Pura Di Antara Seribu Masjid: Studi Kerukunan Antaretnis Bali Dan Sasak Di Desa Karang Tapen, Cakranegara, Lombok Barat’, Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah, 6.3 (2018) <https://doi.org/ 10.23887/jjps.v6i3.8710>
  28. Yunus, Yunus, and Mukhlisin, ‘SOSIAL-BUDAYA: HARMO¬NI-SASI AGAMA DAN BUDAYA DALAM PENDIDI¬KAN TOLERANSI’, Kalam: Jurnal Agama Dan Sosial Huma-niora, 8.2 (2020), 1–26 <https://doi.org/10.47574/ kalam. v8i2.78>
  29. Zuhdi, Muhammad Harfin. ‘Kearifan Lokal Suku Sasak sebagai Model Pengelolaan Konflik di Masyarakat Lombok’, Mabasan, 12.1 (2018), 287904 <https://doi.org/10.26499/ mab.v12i1.34>
  30. Websites
  31. ‘Belajar Toleransi Agama Dari Lombok’, Ditjen Kebudayaan, 2019 <https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bela¬jar-tole¬ransi-agama-dari-lombok/> [accessed 12 May 2022]