BATAMAT: THE RECEPTION OF QUR’AN IN DAYAK BAKUMPAI

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Akhmad Supriadi Akhmad Supriadi
Nor Faridatunnisa
Ali Akbar
Mualimin Mualimin

Abstract

ABSTRACT


This article aims to describe the shifts and changes in the reception model of the Qur'an among the Bakumpai Dayak tribe in Central Kalimantan in the tradition of khatam al-Qur'an (batamat). Batamat is carried out in several important moments, namely when completing Al-Qur'an lessons for children, at weddings, tadarrus at the end of Ramadan, and at death ceremonies. This research employed a qualitative descriptive study of the living Qur'an through fieldwork. The phenomenological approach was used, with Qur'an reception theory as a basis for analysis. The results of the study indicated that in Bakumpai Dayak community, Batamat has an aesthetic function and a performative function. Furthermore, there has been a shift in the performative function of the Al-Qur'an from initially being a pure guidebook and ritual, to indicating social status in society and promoting egalitarian values ​​between men and women.


Keyword: Batamat, Dayak Bakumpai, Performative Function, Quran Reception.


ABSTRAK


Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pergeseran dan perubahan yang terjadi dalam model resepsi Al-Qur’an di kalangan suku Dayak Bakumpai di Kalimantan Tengah dalam tradisi khataman Al-Qur’an (batamat). Batamat dilaksanakan dalam beberapa momen penting, yaitu saat menyelesaikan pelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak dan remaja, saat pernikahan, tadarus pada akhir bulan Ramadhan, serta saat kema­tian. Penelitian ini merupakan penelitian kaualitatif living Qur’an dalam bentuk penelitian lapangan dengan metode kualitatif deskriptif. Pende­katan yang digunakan adalah pendekatan fenomenologis dengan menggu­nakan teori resepsi Al-Qur’an sebagai pijakan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam masyarakat Dayak Bakumpai, Batamat memiliki fungsi estetika dan fungsi performatif. Lebih jauh, terdapat adanya perubahan dalam fungsi performatif atas Al-Qur’an dari yang awalnya menjadi kitab petunjuk dan ritual murni, kemudian bergeser menjadi penunjuk status sosial dalam masyarakat dan promosi nilai egalitarian antara laki-laki dan perempuan.


 Kata kunci: Batamat, Dayak Bakumpai, Fungsi performatif, Resepsi Al-Quran,

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Akhmad Supriadi, A. S., Faridatunnisa, N. ., Akbar, A., & Mualimin, M. (2022). BATAMAT: THE RECEPTION OF QUR’AN IN DAYAK BAKUMPAI . Jurnal Lektur Keagamaan, 20(2), 445–478. https://doi.org/10.31291/jlka.v20i2.1081

References

  1. Books
  2. Almuzahidin. Kebudayaan Islam Kalimantan Tengah. Yogya-karta: K-Media, 2018.
  3. Anwar, Khairil. Kedatangan Islam di Bumi Tambun Bungai. Banjarmasin: COMDES Kalimantan, 2006.
  4. Daud, Alfani. Islam & Masyarakat Banjar: Diskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997.
  5. Noor, Yusliani. Islamisasi Banjarmasin (Abad ke-15 sampai abad ke-18) Yogyakarta: Ombak, 2016.
  6. Norpikriadi. Sejarah Etnisitas dan Budaya Banjar. Yogyakarta: Ombak, 2015.
  7. Sanaman Mantikei, Tjilik Riwut. Maneser Panatau Tatu Hiang. Yogyakarta: Pusaka Lima, 2003.
  8. Journal Articles
  9. Adrika Fithrotul, Alvita Eka Rahmah. Pemaknaan Jamaah terha-dap Khataman Al-Qur’an dalam Shalat Tarawih; Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Klinterejo-Mojokerto. MAGHZA: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Vol. 6. 2021. doi:10.24090/maghza.v6i2.4575.
  10. Ahyat, Ita Syamtasiyah. “Perkembangan Islam di Kesultanan Banjarmasin.†Jurnal Lektur Keagamaan 10, no. 2 (2012): 233–48.
  11. Akbar, Agus Subhan. “Khataman Qur’an Berjamaah secara On-line berbasis Instant Messaging Server.†NJCA (Nusantara Journal of Computers and Its Applications) 2, no. 1 (2018). doi:10.36564/njca.v2i2.32.
  12. Barir, Muhammad. “Peradaban Al-Qur’an dan Jaringan Ulama di Pesisir.†Suhuf 8, no. 2 (11 November 2015): 371–90. doi: 10.22548/shf.v8i2.11.
  13. Fathurrosyid, Fathurrosyid, Abdul Hakim, dan Moh. Muhyan Nafis. “Tradisi Hataman Qur’an di Madura: Resiliensi dan Agensi Nalar Moderasi Islam.†SUHUF 15, no. 1 (11 Oktober 2022): 147–74. doi:10.22548/shf.v15i1.713.
  14. Fauzi, Ahmad Nailul. “Komodifikasi Agama terhadap Pembaca-an (Khataman) Alquran Air Kemasan Kh-Q Pt. Buya Baro-kah.†Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis 7, no. 02 (2019): 281. doi:10.24235/diyaafkar.v7i02.5802.
  15. Fauzi, Moh Hasan. “Tradisi Khataman Al-Qur’an via Whatsapp: Studi Kasus Anak-Cucu Mbah Ibrahim al-Ghazali Ponorogo Jawa Timur.†Dialogia, 17:121, 2019. doi:10.21154/dia-logia.v17i1.1658.
  16. Hakiemah, Ainun, dan Jazilus Sakhok. “Khataman Alquran di Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta: Kajian Living Hadis.†Mutawatir, 9:125–44, 2020. doi:10.15642/mutawatir.2019.9.1.125-144.
  17. Hariri, Rafiq. “Tradisi Khataman Al Quran Pasangan Pengantin pada Acara Pernikahan di Desa Teluk Tigo Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun Propinsi Jambi (Kajian Studi Living Al Qur’an).†SELL Journal, 2020. http://repository.uinjambi.ac.id/5423/.
  18. Iqbal, and Abu Bakar HM. Dinamika Kebudayaan Suku Dayak Bakumpai di Kalimantan Tengah (Studi tentang Akulturasi Budaya Lokal dan Agama Islam). Prosiding; Islam and Humanities (Islam and Malay Local Wisdom, 2017.
  19. Jannah, Miftahul. “Living Hadis dalam Tradisi Menjaga kubur Masyarakat Banjar Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.†ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushu-luddin 15, no. 1 (2014): 41–57. doi:10.14421/esensia.v 15i1.763.
  20. K, Agustang. “Tradisi Khatam Qur’an sebagai Upaya Perwuju-dan Pendidikan Karekter Islami di Kota Ternate Maluku Utara.†Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keis-laman 11, no. 1 (2019): 34. doi:10.46339/foramadiahi.v1 1i1.146.
  21. Kusuma, Kusuma. “Motivasi Masyarakat Palangka Raya dalam Pelaksanaan Tradisi Menunggu Kuburan dalam Tinjauan Hukum Islam.†Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 11, no. 2 (2017): 174. doi:10.23971/jsam.v11i2.436.
  22. Maghfiroh, Elly. “Living Qur’an: Khataman sebagai Upaya Santri dalam Melestarikan Al-Qur’an.†Hermeneutik 11, no. 1 (2019): 109. doi:10.21043/hermeneutik.v11i1.4503.
  23. Mukarramah, dan Supriadi Torro. “Dampak Sayyang Pattu’Du terhadap Motivasi Anak Menamatkan Al-Qur’an di Desa Lombong Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.†Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM 6, no. 3 (2019): 78–83. doi:10.26858/sosialisasi.v0i0.13361.
  24. Nasrullah. “Identitas Orang Bakumpai: Dayak dan Muslim.†PROYEKSI Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora (e-Journal)) 19, no. 2 (2015). doi:http://dx.doi.org/10.26418% 2Fproyeksi.v19i02.461461.
  25. Noor, Yusliani. Islamisasi Banjarmasin (Abad XV-XIX). Jurnal Socius. Vol. 2., 2013. doi:10.20527/jurnalsocius.v2i1.2199.
  26. Noor, Yusliani, “The Mobility of Bakumpai Ethnics along Barito River in the Perspective of Trade and Spread of Islam (From 15th to 19th Century).â€., Proceedings of the 1st Inter¬na¬tional Conference on Social Sciences Education Multicul¬tural Transformation, 2017. https://dx.doi.org/10.2991/ ics¬se-17.2018.78.
  27. Nur, Arifa. “Tradisi Malam Khataman Pengantin Perempuan Suku Melayu Tamiang (Analisis Tindakan Sosial Max Weber).†MUKADDIMAH: Jurnal Studi Islam 5, no. 1 (2020).
  28. Nurul Musyafa’ah, and Aya Mamlu’ah. “Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce terhadap Kerukunan Sosial Dalam Budaya Makan setelah Khataman Al-Qur’an pada Kelom-pok Tahfidz di Bojonegoro.†Jurnal Mu’allim 4, no. 1 (2022): 1–20. doi:10.35891/muallim.v4i1.2899.
  29. Retpitasari, Ellyda, dan Naila Muna. “Tradition Changes in the Khataman Al-Qur’an in Kediri Region.†Proceedings of International Conference on Da’wa and Communication 3, no. 1 (2021): 189–98. doi:10.15642/icondac.v3i1.463.
  30. Ridwan, Setiani, Sandy, dan Eti Sustini. “Pelaksanaan Khataman Al-Qur’an (Tradisi Sosial Keagamaan pada Masyarakat Melayu Kota Pontianak).†al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 21 October 2022, 142–58. doi:10.31943/afkar¬jour-nal.v5i4.365.
  31. Rufran Zulkarnain, Septi Marlisa. “Informal Learning System pada Kegiatan Khataman Al-Qur’an di Mushola Bengkulu.†Journal of Lifelong Learning Informal 5, no. June (2022): 1. doi:10.33369/joll.5.1.71-80.
  32. Sadiani, Sadiani. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Nilai Sakralitas Budaya Mappanre Temme dalam Perkawinan Adat Bugis Bone.†Al-Bayyinah 2, no. 2 (2018): 101–16. doi:10.35673/al-bayyinah.v2i2.53.
  33. Safirah, May Salwa Billah, dan Agus Machfud Fauzi. Transfor-ma¬tion of Khataman Al-Qur’an in The Pandemic Time of Covid-19. Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya. Vol. 4. doi:10.31538/almada.v4i2.1327.
  34. Saputra, Riza. “Dialektika Islam dan Budaya Lokal dalam Tra¬disi Batamat Al-Qur’an Urang Banjar.†Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis 3 (2021): 1–32. doi:https://doi. org/10.15548/mashdar.v3i1.2771.
  35. Setia, Budhi. “Bakumpai People, Religion and Identity a Regional Autonomy Study of Communal Identity in South Kalimantan.†JDR: International Journal of Development Research 07, no. 01 (2017). https://www.journalijdr.com/ bakumpai-people-religion-and-identity-regional-autonomy-study-communal-identity-south-kalimantan.
  36. Syaripudin, Enceng Iip. “Perspektif Ekonomi Islam tentang Upah Khataman Al-Qur’an.†Jurnal Naratas 1, no. 2 (2018): 1–8. www.journal.stai-musaddadiyah.ac.id.
  37. Wirdanengsih, Wirdanengsih. “Enkulturasi Nilai-nilai Budaya dalam Keluarga pada Perhelatan Mandoa Khatam Al-Qur’an di Masyarakat Balai Gurah, Sumatera Barat.†INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia 2, no. 1 (2017): 53–62. doi:10.2121/incita-jisisea.v2i1.814.
  38. Thesises
  39. Rafiq, Ahmad. “The Reception of the Qur’an in Indonesia: A Case Study of the Place of the Qur’an in a Non Arabic Speaking Community’e.†Dissertation, Philadepia, Temple University, 2014.
  40. Supriyani, Endah. “Tradisi Khatam Alqur’an pada Pernikahan Suku Bugis di Palembang (Studi Kasus di 3 Ilir Palembang).†Doctoral dissertation, UIN RADEN FATAH PALEMBANG, 2018. http://perpustakaan.ac.id.