Gempa Bumi dalam Pandangan-Dunia Orang Jawa: Studi atas Dua Manuskrip Primbon Jawa Abad ke-19 M
DOI:
https://doi.org/10.31291/jlka.v17i2.594Keywords:
Manuskrip, Gempa Bumi, Jawa, kraton, PesantrenAbstract
This article examines the Javanese world-view of earthquakes recorded in the Primbon manuscript collection of Yogyakarta Sultanate Palace number D6 / M269 / Bh 139 by Sri Sultan Hamengkubuwono V (1820-1855 AD) and Primbon and Prayer collection from the Center for Manuscripts and Khazanah Islam Nusantara Archipelago. Javanese people are chosen because they have a unique and unique view in interacting with fellow humans, nature, and God. While the manuscript is placed as a database, because it is a record of history, thoughts, attitudes, views in the past. There are two problems examined in this article, namely: how is the understanding and attitude of the Javanese community towards the earthquake event and what are the factors that influence that understanding? Using Karl Mannheim's sociological theory of knowledge, it was found that Javanese understood earthquakes as a sign system that attached predictive and subjective-imaginative meanings and spiritually responded with prayer and slametan rituals. And the most important thing found in this study is that Javanese understand earthquakes actively and positively where they always move from one destiny to another to maintain harmony and safety.
Keywords: Manuscript, Earthquake, Java, Palace, Pesantren
Artikel ini mengkaji tentang pandangan-dunia orang Jawa tentang peristiwa gempa bumi yang terekam dalam manuskrip Serat Primbon koleksi Kraton Kasultanan Yogyakarta nomor D6/M269/Bh 139 karya Sri Sultan Hamengkubuwono V (1820-1855 M) dan Primbon dan Doa koleksi Pusat Kajian Naskah dan Khazanah Islam Nusantara. Orang Jawa dipilih karena mereka memiliki pandangan yang khas dan unik dalam berinteraksi dengan sesama manusia, alam, dan Tuhan. Sedangkan manuskrip diletakkan sebagai basis data, karena ia merupakan rekaman sejarah, pemikiran, sikap, pandangan di masa lalu. Ada dua hal yang dikaji dalam artikel ini, yaitu: bagaimana pemahaman dan sikap masyarakat Jawa terhadap peristiwa gempa bumi serta apa faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman itu? Dengan memakai teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, ditemukan bahwa orang Jawa memahami gempa bumi sebagai sistem tanda yang dilekatkan makna-makna prediktif dan bersifat subjektif-imajinatif serta secara spiritual direspons dengan ritual doa dan slametan. Dan hal terpenting yang ditemukan dalam kajian ini adalah orang Jawa memahami gempa bumi secara aktif dan positif di mana mereka selalu bergerak dari satu takdir ke takdir yang lain untuk menjaga keselarasan dan keselamatan.
Kata Kunci: Manuskrip, Gempa Bumi, Jawa, kraton, Pesantren





