CITRA PEREMPUAN DALAM NASKAH DAF' AL-TURRAHĀT 'AN WĀJIBĀT AL-UMMAHĀT
DOI:
https://doi.org/10.31291/jlka.v23i2.1417Kata Kunci:
Daf‘ al-Turrahāt ‘an Wājibāt al-Ummahāt, gender in Islam, Hadrami-Indonesia manuscripts, Muslim womanhoodAbstrak
Penelitian ini dimaksudkan untuk menghadirkan suntingan teks Daf’ al-Turrahāt ‘an Wājibāt al-Ummahāt (MDTWU) yang ditulis oleh Habib Salim bin Jindan dan menganalisis pandangannya tentang perempuan muslim dalam naskah MDTWU yang merupakan tanggapan atas karya Qasim Amin berjudul Taḥrīr al-Mar`ah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengelaborasikan pendekatan filologis dan teori intertekstual. Pendekatan filologis digunakan untuk menghasilkan teks yang siap dibaca dan dipahami, sedangkan teori intertekstual Julia Kristeva digunakan untuk mencari hubungan interelasi antara teks yang satu dengan teks yang lain. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa MDTWU termasuk satu-satunya naskah (codex unicus) yang merupakan naskah koleksi pribadi milik Perpustakaan Yayasan Al-Fachriyah, Tangerang, Banten. Naskah MDTWU ini mengisi kekosongan penulisan dan bahan referensi perempuan muslim pada abad ke-20, meskipun tidak disebarkan serta dicetak secara masif. Penelitian ini menunjukkan karakteristik pemikiran perempuan muslim oleh ulama abad ke-20 yang didominasi oleh gagasan patriarkal. Dalam merespons berbagai problematika sosial, naskah MDTWU menyuarakan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin modern agar perempuan tetap mendapatkan hak-hak mereka tanpa kehilangan jati diri dan kehormatan sejati. Berbeda dengan Qasim Amin yang secara kritis menolak pemaknaan tradisional yang membatasi perempuan pada ruang domestik dan keterkungkungan dalam struktur patriarki yang dilanggengkan atas nama agama. Ia memandang banyak nilai tradisional yang menindas perempuan bukanlah ajaran Islam yang otentik, melainkan hasil konstruksi budaya. Penelitian ini menguatkan penelitian Tohari (2021) dan Bachtiar (2023) yang menyatakan bahwa kebebasan perempuan tetap merujuk pada nilai-nilai Islam sebagai sumber legitimasi serta tidak secara frontal menolak agama, melainkan menekankan perlunya reinterpretasi terhadap syariat agar sejalan dengan nilai keadilan dan kemajuan zaman, penerapan emansipasi perempuan yang bersumber dari Barat juga harus dikritisi agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai etika Islam.
Kata kunci: Filologis, Perempuan Muslim, Naskah Daf’ al-Turrahāt ‘an Wājibāt al-Ummahāt, Habib Salim, Qasim Amin.
Unduhan
Referensi
Books
Amin, Qasim. Al-Mar`ah Al-Jadīdah. Kairo: Yayasan Hindawi, 1900.
_____. Taḥrīr al-Mar`ah. Kairo: Yayasan Hindawi, 1900.
Baried, Siti Baroroh dkk. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud, 1994.
Barlas, Asma. Believing Women in Islam. Austin: University of Texas Press, 2002.
Bem, Sandra L.. The Lenses of Gender: Transforming the Debate on Sexual Equality. New Heven: Yale University Press, 1993.
Boxberger, Linda. On the Edge of Empire. Hadhramawt: Emigration, and the Indian Ocean, 1880s-1930s. New York: State University of New York Press, 2002.
Bullock, Katherine. Rethinking Muslim Women and The Veil (Challenging Historical & Modern Stereotypes. London: The International Institute of Islamic Thought, 2002.
Cooke, Miriam. Multiple Critique: Islamic Feminist Rhetorical Strategies dalam Laura E. Donaldson and Kwok Pui Lan, Postcolonialism, Feminism, and Religious Discourse. New York dan London: Routledge, 2002.
Fathurahman, Oman. Filologi Indonesia Teori dan Metode Jakarta: Kencana, 2015.
Freitag, Ulrike. Indian Ocean Migrants and State Formation in Hadhramaut: Reforming the Homeland,. Leiden: Brill, 2003.
Ismail, Achmad Satori. Fiqih Perempuan dan Feminisme (Membincangkan Feminisme: Diskursus Gender Perspektif Islam). Jakarta: Tim Risalah Gusti, 2000.
Jonge, Huub de dan Nico Kaptein. Transcending Borders: Arabs, Politics, Trade and Islam in Southeast Asia. Leiden: KITLV, 2002.
Lie, Shirley. Pembebasan Tubuh Perempuan. Jakarta: Grasindo, 2005.
Lubis, Nabilah. Naskah, Teks dan Metode Penelitian Filologi. Jakarta: Yayasan Media Ala Indonesia, 2007.
Mernissi, Fatima. The Veil and The Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam,. Great Britain: Perseus Books, 1991.
Nurhayati, Eti. Psikologi Perempuan dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2012.
Riyani, Irma. Islam, Women’s Sexuality and Patriarchy in Indonesia: Silent Desire. 1 ed. Routledge, 2020.
Salim. Daf’ al-Turrahāt ‘an Wājibāt al-Ummahāt, Jakarta: Yayasan Al-Fachriyah. 1939.
Samsu. Metode Penelitian (Teori dan Aplikasi Kualitatif, Kuantitaif, Mixed Methods, serta Research & Development. Jambi: PUSAKA, 2017.
Spence , Janet T. dan Robert L. Helmreich. Masculinity and Feminity. Austin: University of Texas Press, 1978.
Sulistyorini, Dwi. Filologi (Teori dan Penerapannya). Malang: Madani, 2015.
Wadud, Aminah. Qur’an and Woman. New York: Oxford University Press, 1999.
Journal Articles
Alatas, Ismail Fajrie dkk., “Gold and Silver, Branded Horses, and Well-Tilled Land: Gender and Hadrami Migration,” 3, no. 1 (2015): 9. https://lib.ui.ac.id/detail?id=204693 88& lokasi=lokal.
Alatas, Ismail Fajrie, Saskia E Wieringa, Gadis Arivia, Abby Gina, Nurseli Debora Manurung, Kurniawati Hastuti Dewi, dan Sapariah Saturi. “The Remaking of Tradition: Sex, Lies & Politics” 3, no. 1 (2015). https://www.jurnal perem puan.org/uploads/1/2/2/0/12201443/ifj_vol_3-article_1-ismail_fajrie_alatas-gold_and_silver_branded_ horses_ and_well-tilled_land_gender_and_hadrami_migration.pdf.
Aliyah, Ida Hidayatul, Siti Komariah, dan Endah Ratnawaty Chotim, “Feminisme Indonesia dalam Lintasan Sejarah,” TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial 1, no. 2 (2018): 140-153. https://doi.org/10.15575/jt.v1i2.3296.
Anisah, Nur Fadilah, Ahmad Fauzi, dan Luthfi Raziq, “After Amin: Hijab in Egyptian Feminists Exegesis,” Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir 2, no. 2 (2023): 201-226. https://doi. org/10.59005/jsqt.v2i2.246.
Arif, Zahra Zaini. “Peran Ganda Perempuan dalam Keluarga Pespektif Feminis Muslim Indonesia,” Indonesian Journal of Isalmic Law, 1 (1), 97-126. https://doi.org/10.35719/ ijil.v1i2.195.
Bachtiar, Royyan. “Liberation of Women according to QasimAmin: A Critical Review of His Thoughts on Hijab. (Pembebasan Perempuan Qasim Amin: Telaah Kritis Pemikirannya Terhadap Hijab).” Journal of Islamic and Occidental Studies 1, no. 1 (2023): 41-62. https://doi.org/ 10.21111/jios.v1i1.3.
Bahri, Samsul dan Mairida, “Cadar dalam Perdebatan, Hasil Interpretasi Kitab Suci atau Produk Budaya?.” Merdeka Kreasi 1 (2022): 1-15.
Bahri, Syaiful. “Wacana Pembebasan Perempuan.” Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan 8, no. 2 (2014): 1-25. https://journal. ibrahimy. ac.id/ index. php/ lisanalhal/article/view/133.
Choiri, Moch & Alvan Fathony. “Rekonstruksi Tafsir Kebebasan Perempuan dalam Al-Qur'an: Studi Kritis Pemikiran Zaitunah Subhan dan Fatimah Mernissi.” Jurnal KACA 11, no. 01 (2021) : 30-47. https://doi.org/ 10.36781/ kaca.v1 1i1.3239.
Cooke, Miriam. “Deploying the Muslimwoman,” Journal of Feminist Studies in Religion 24, no. 1 (2008): 93. https://doi.org/10.1080/08038740.2014.935744.
Dewi, Kurniawati Hastuti. “Javanese Women and Islam: Identity Formation since the Twentieth Century,” Journal of Southeast Asian Studies 01, no. 01 (2012): 109. https:// doi.org/10.20495/seas.1.1_109.
Fakhriati. “Perempuan dalam Manuskrip Aceh: Kajian Teks dan Konteks. “ Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara 3, no. 1 (2012). https://doi.org/10.37014/jumantara.v3i1.449.
Gholamhosseini, Roja dkk. “The Place of Public Space in the Lives of Middle Eastern Women Migrants in Australia.” Journal of Urban Design 24, no. 2 (2019): 250-272. https://doi.org/10.1080/13574809.2018.1498293.
Handayani, Rizqi. “Seksualitas dan Daulat Tubuh Perempuan dalam Cherita Pandawa Lima.” Manuskripta 11, no. 2 (2021). https://doi.org/10.33656/manuskripta.v11i2.193.
Hasan, Haryati. "Isu-isu Wanita dalam Manuskrip Melayu Abad ke-15 hingga abad ke-18. 1985. Issues on Women in Malay Manuscripts of 15th tol 8th Century." Jurnal Perspektif 6, no. 1 (2014): 36-48.
Herliana, Rina, dan Titin Nurhayati Ma’mun. “Konstruksi Gender dalam Naskah Wa’āsyirūhunna Bi Al-Ma‘rūf.” Journal of Arabic Studies 4, no. 2 (2019). https://doi.org/ 10.24865/ajas.v4i2.187.
Huda, Samsul. “Neo Perempuan: Kajian Atas Pemikiran Qasim Amin,” Harakat An-Nisa’: Jurnal Studi Gender dan Anak 5, no. 2 (2020): 37-46. https://doi.org/10.30631/51.37-46.
Ilma dan Yudhi Andoni, “Representasi Dan Identitas Perempuan Minangkabau Dalam Fotografi Masa Kolonial Tahun 1900-1942,” Musawa: Jurnal Studi Gender dan Islam 23, no. 1 (2024): 1-21. https://doi.org/ 10.14421/ musawa. 2024.223.1-21.
Khoirunisa, Zahra Taslitsiyah, Akmaliyah Akmaliyah, Mawardi Mawardi, dan Amiq Amiq. “Bias Gender dalam Naskah Adāb Al-Mar’āh Karya Kh. Ma’mur Nawawi (Kajian Teori Feminisme).” Jurnal Anifa: Studi Gender dan Anak 3, no. 1 (2022): 1–16. https://doi.org/10.32505/anifa.v3i1.4005.
Macdonald, Myra. “Muslim Women and the Veil: Problems of Image and Voice in Media Representations.” Feminist Media Studies 6, no. 1 (2006): 7–23. https://doi.org/ 10. 1080/14680770500471004.
Mahfudhoh, Roudhotul. “Hijab dan Kontestasi Citra Perempuan dalam Ruang Publik.” Alhamra Jurnal Studi Islam 5, no. 1 (2024): 1-14. https://doi.org/10.30595/ajsi.v5i1.19567.
Marwa dan Akhmad Dasuki, “Komodifikasi Jilbab dalam Budaya Digital: Eksploitasi Muslimah Berjilbab dalam Perspektif Asma Barlas.” Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir 1, no. 3 (2025): 1-11. https://doi.org/10.47134/ jsiat. v1i3.180.
Maula, Bani Syarif. “Indonesian Muslim Women: Between Culture, Religion and Politics.” Ijtima'iyya 1, no. 1 (2016): 111-128. https://doi.org/10.24090/ijtimaiyya.v1i1.930.
Mukhtar, Naqiyah. “M. Quraish Shihab, Menggugat Bias Gender ‘Para Ulama.’” JOURNAL OF QUR’AN AND HADITH STUDIES 2, no. 2 (20 Desember 2013): 189–208. https:// doi.org/10.15408/quhas.v2i2.1314.
Munfarida, Elya. “Penafsiran Qasim Amin tentang Hijab.” Yinyang: Jurnal Studi Islam, Gender dan Anak 9, no. 2 (2014): 148-171. https://ejournal.uinsaizu.ac.id/ index.php/ yinyang/article/view/1194/902.
Munira, Widia, Muhammad Akhyar, dan Djono Djono, “Women`s Leadership and Gender Equality in Aceh: A Socio-Historical Perspective,” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 5, no. 4 (2018): 79-90. https://ijmmu.com/ index.php/ ijmmu/ article/view/187.
Nazari, Wahidatul Hannan dan Razali Musa. “A View of Hijab Wearing From Muslim Feminism Perspective.” UFUQ International Journal of Arts and Social Science Research 1, No. 1 (2021): 19-26. https://www.academia. edu/5070 2497/A_VIEW_OF_HIJAB_WEARING_FROM_MUSLIM_FEMINISM_PERSPECTIVE.
Nisa, Khoirul Mudawinun. “Pengaruh Pemikiran Pendidikan Qasim Amin pada Proponen Feminin,” Ta'limuna 3, no. 1 (2014): 4. https://doi.org/10.32478/ta.v3i1.100.
Paramita, Ida Bagus Gede. “Pendidikan Etika dan Gender dalam Teks Satua I Tuung Kuning.” Jurnal Inovasi Penelitian 1, no. 2 (2020): 91–98. https://doi.org/10.47492/jip.v1i2.54.
Puspitasari, Cynthia dan Himasari Hanan. “The Impact of the Hijab Concept on Place Attachment in the Arab Settlement of Kutorejo, Tuban.” Journal of Settlements and Spatial Planning, no. 12 (2022): 43-56. https://doi.org/10.24193/ JSSPSI.04.PADTC.
Qibtiyah, Alimatul. “Indonesian Muslim Women And The Gender Equality Movement,” Journal of Indonesian Islam 3, no. 1: 168. https://jiis.uinsby.ac.id/index. php/JIIs/ article/view/46.
Resmanti, Maiyang, dan Asep Yudha Wirajaya. “Representasi Perempuan dalam Syair Ardan: Kajian Feminisme. “ 10, no. 1 (2022). https://doi.org/10.26499/ totobuang. v10i1. 338.
Rofifah, Rofifah, Asep Shodiqin, dan Enok Risdayah. “Strategi Pemberdayaan Perempuan dalam Masyarakat Islam: Studi Wacana Kritis Pemikiran Fatima Mernissi dalam Buku Beyond The Veil,” Bayt Al-Hikmah 1, no. 1 (2025): 55-65. https://www.pusdig.web.id/BaytAlHikmah/article/view/371/491.
Rohmatin, Fatkhu. “Dekonstruksi Wacana Patriarki dan Kebung-kaman Perempuan dalam Manuskrip Hikayat Darma Tasi-yah.” Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara 10, no. 2 (2019):149.https://doi.org/10.37014/jumantara. v10i2. 598.
Salamah, Umi dan Eka Seprina, “Peranan Perempuan di Bawah Penjajahan Belanda di Kerinci Tahun 1903-1942,” Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah 1, no. 1 (2022): 18-19.
Setyawan, Cahya Edi. “Pemikiran Kesetaraan Gender dan Femi-nisme Amina Wadud Tentang Eksistensi Wanita dalam Kajian Hukum Keluarga” 3, no. 1 (2017). https://doi.org/ 10.31332/zjpi.v3i1.710.
Slama, Martin. ‘Coming Down to the Shop’: Trajectories of Hadhrami Women into Indonesian Public Realms.” The Asia Pacific Journal of Anthropology 13, no. 4 (2012): 313–33. https://doi.org/10.1080/14442213.2012.699089.
Sofyan, Akhmad, dan Risma Monirah. “Husband and Wife Relationship of Early Marriage in Tangga Ulin Village (According to the Review of the Book of 'Uqūd Al-Lujain Fī Bayān Ḥuqūq Al-Zaujain).” Ulumul Syar’i : Jurnal Ilmu- Ilmu Hukum Dan Syariah 9, no. 2 (2021): 61–82. https://doi.org/10.52051/ulumulsyari.v9i2.92.
Tohari, Achmad, dan Dian Pramodya Cahyani. “Evaluasi Pemi¬ki-ran Qasim Amin tentang Emansipasi Wanita dalam Islam.” EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam 11, no. 2 (31 2021): 201–16. https://doi.org/10. 54180/elbanat.2021.11.2.201-216.
Velayati, Masoumeh. “Gender and M Uslim Families.” Dalam Encyclopedia of Family Studies, disunting oleh Constance L. Shehan, 1 ed., 1–5. Wiley, 2016. https://doi.org/10. 1002/9781119085621.wbefs353.
Wangi, Nur Sari, dan A. Halil Thahir. “Iman dan Keadilan Gender: Menjawab Legitimasi Pemikiran Kaum Feminis Liberal Tentang Ketidakadilan Gender dalam Islam.” Akademika 16, no. 1 (2022). https://doi.org/10. 30736/ adk.v16i1.691.
Widyastuti, Sri Harti. “Kepribadian Wanita Jawa dalam Serat Suluk Residriya dan Serat Wulang Putri Karya Paku Buwono IX.” LITERA 13, no. 1 (2014). https://doi.org/ 10.21831/ltr.v13i1.1907.
Yulianti, Dewi Tri, Muhajirin Muhajirin, dan Almunadi Almunadi. “Relevansi Pendidikan Wanita Perspektif Qasim Amin Terhadap Pendidikan dalam Al-Qur’an.” Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur’an dan Tafsir 1, no. 2 (2021): 165–77. https://doi.org/10.19109/ almisykah. v1i2. 9037.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Andhika Tiara, Rizqi Handayani, Safurotun Ziah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





